Beberapa Prinsip dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Dalam prinsip perencanaan keuangan keluarga, banyak orang yang memiliki prinsip dan pandangan berbeda. Pun dari pakar dan praktisi perencana keuangan memiliki konsep dan pandangan berbeda, terlepas dari aspek subjektifitas yang mereka miliki. Tapi secara umum prinsip2 tersebut dapat di bagi 3 golongan.

1. Prinsip yang memisahkan antara investasi dan asuransi.
2. Prinsip yang menihilkan asuransi, tetapi lebih fokus pada investasi dan menggantungkan resiko pada alokasi dana darurat dari hasil investasi
3. Prinsip yang menggabungkan antara asuransi dengan investasi melalui skema Unit Link (Investment bonded insurance).

Pada Prinsip yang pertama, umumnya orang investasi di reksadana / saham dan mengambil asuransi secara terpisah. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi investasi dengan memantau secara berkala portofolio investasi yang dikelola. Pada portofolio investasi saham, pemantauan dilakukan lebih frekuentif dalam hitungan jam. Sehingga setiap pergerakan harga dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Pada reksadana, periode pemantauan lebih lama, umumnya minggu atau bulan, dimana nasabah memantau pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari produk reksadana yang di ambil.


Pada prinsip seperti ini, karakter yang cocok adalah nasabah yang disiplin dan fokus dalam mengelola investasi. Memiliki banyak waktu untuk memantau portofolio sehingga hasil investasi yang didapat bisa maksimal. Nasabah juga disiplin dalam mencari produk asuransi yang sesuai dan disiplin dalam membayar premi agar manfaat proteksi tetap berfungsi.

Kelebihan pilihan ini umumnya bisa lebih fokus pada pencapaian hasil investasi namun kelemahannya umumnya harus membayar biaya asuransi yang umumnya lebih mahal.

Beberapa praktisi perencana keuangan menggunakan prinsip kedua dimana tidak menggunakan asuransi untuk mengelola resiko tetapi menggantungkan pengelolaan resiko pada dana darurat dari hasil investasi.

Pertanyaannya berapa besar dana darurat yang dibutuhkan?

Apakah hasil investasi akan cukup jika terjadi suatu resiko. 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut (Kompas.com) dan itu adalah kenyataan yang terjadi saat ini.Pada saat resiko seperti itu terjadi cukupkah dana darurat yang dialokasikan? Cukupkah hasil investasi yang telah didapat?

Prinsip perencanaan keuangan yang umum saat ini adalah menggabungkan antara asuransi dengan investasi melalui skema unit link.

Unit link berarti investasi yang dikaitkan dengan asuransi. Berinvestasi dengan sistem ini memberikan ketenangan dan kenyamanan dengan adanya proteksi atas resiko sakit, sakit kritis, kecelakaan atau meninggal, tanpa harus mengganggu arus investasi yang direncanakan.

Terlepas dari subjektifitasnya, semua pilihan kembali kepada Anda..

Salam,
Asep Awaludin | Financial Planner
@ Prudential Syariah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s