Emas, Saham, Reksadana: Tips Investasi

Image

Saya Tergelitik untuk share tentang investasi di emas dengan metode kebun emas. Tapi sebagai salah satu instrumen investasi, kita perlu juga melihat kinerja beberapa instrumen investasi saat ini sehingga kita tidak salah pilih dalam menempatkan dana. Investasi yang kita bahas disini lebih untuk tujuan jangka panjang, seperti mempersiapkan pensiun atau dana pendidikan untuk anak yang kenaikannya luar biasa.

Dengan tingkat inflasi moderate +/- 7% dan tingkat suku bunga dibawah 6%, investasi di Bank sudah banyak di tinggalkan orang. Harga emas yang melambung tinggi saat ini menjadi perhatian banyak orang. Begitu juga dengan investasi di saham. Namun banyak masyarakat yang awam tentang investasi di bursa membuat instrumen ini kurang begitu populer – tidak sepopuler hasilnya.

Sejenak mari kita lihat perbandingan pergerakan nilai saham, emas dan inflasi pada grafik:

Image

(sumber grafik: Portal Reksadana)

Dari sini terlihat kedua instrumen investasi ini bergerak searah dengan inflasi. Tapi lihat perkembangan harga saham! Ternyata pertumbuhannya saat ini jauh lebih tinggi daripada emas. Dari grafik ini juga kita bisa mengambil kesimpulan bahwa investasi di saham lebih prospektif daripada di emas.

Lalu bagaimana cara investasi di saham? Ini yang banyak ditanyakan orang.

Untuk berinvestasi langsung di saham kita bisa menghubungi perusahaan sekuritas untuk membeli dan mendapatkan advise tentang saham unggulan yang prospektif. Kita juga perlu menyiapkan modal awal yang relatif besar. minimal 10 juta. Tapi ada cara lain untuk berinvestasi di saham tanpa perlu informasi teknikal. Dan juga tanpa perlu modal besar. Reksadana Saham!

Saat ini banyak Bank yang sudah menjual reksadana. Tapi memilih perusahaan dan produk reksadana juga masalah lain. Kita harus punya informasi dan jeli mengenai kredibilitas dan kinerja investasi dari perusahaan dan produk reksadana yang ditawarkan. Dana masyarakat yang dihimpun di Reksadana dikelola oleh Manager Investasi yang bertugas mengalokasikan dana pada saham2 yang prospektif dan menguntungkan. Tiap2 Manager Investasi punya kebijakan masing2 untuk mengelola dananya. Itu sebabnya tiap2 produk memiliki hasil investasi yang berbeda.

Atau bisa juga kita investasi saham melalui media Unit Link. Bedanya dengan Reksadana, Unit Link mengikat investasi dengan asuransi. Disini kita tidak terlalu sulit untuk memilih. Karena umumnya sekarang, perusahaan asuransi banyak yang menyediakan investasi Unit Link. Ga perlu repot pilih-pilih. Kita hanya perlu melihat perusahaan terbaik di industrinya dan lihat kinerja investasinya.

Prudential sebagai pemimpin pasar asuransi dan Unit Link di Indonesia memiliki kinerja (hasil) investasi sebesar 27% dan 85% di 2010 dan 2009 untuk Equity syariahnya. Yang non syariah umumnya lebih tinggi. sebagai perbandingan, hasil investasi Unit Link equity non syariah Prudential pada tahun 2009 mencapai 108%. Bandingkan dengan deposito dibank yang 4 – 6%.

Jika kita memilih produk Reksadana, tinggal memilih produk yang memiliki kinerja investasi yang setara.

www.wizemansay.tk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s