Perencanaan Keuangan dalam Syariah Islam

cheap-life-insurance

Saat ini perencanaan keuangan sudah dirasa penting untuk dilakukan oleh masyarakat kita, tapi banyak dari masyarakat kita yang belum mengetahui bagaimana cara dan tahap-tahap perencanaan keuangan ini. Sebagian dari masyarakat kita masih berpikiran secara tradisional dengan meletakkan seluruh pendapatannya di bawah bantal dan mengeluarkannya setiap kali terdapat keperluan. Dengan sikapnya yang seperti ini, masyarakat tersebut tidak dapat memilah-milah mana pengeluaran yang harus diprioritaskan, dan juga untuk tujuan jangka panjangnya dan bagaimana untuk keadaan-keadaan darurat. Mereka kurang memikirkannya.

Banyak orang yang menyalahkan penghasilannya yang kecil dan selalu habis terpakai untuk keperluan bulanan. Akhirnya, mereka berharap bahwa mereka baru akan dapat memperbaiki keuangannya apabila penghasilannya meningkat. Sebenarnya pendapat seperti itu sangat salah, karena kondisi keuangan seseorang tidak akan berubah menjadi lebih baik apabila hanya mengandalkan pendapatan dan tidak dibarengi dengan perilaku keuangan yang tidak dirubah.

Perilaku keuangan yang tepat adalah dengan tidak membelanjakan seluruh penghasilan bulanan dan menyisihkan penghasilan di awal ketika mendapat gaji untuk investasi di masa mendatang. Setelah itu, prioritaskan pada kebutuhan dan bukan pada keinginan.

Perencanaan keuangan dalam syariah Islam adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki (mencari dan mengkonsumsi harta) dengan manajemen keuangan (perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, serta pengendalian) dengan tidak bertentangan dengan syariat dan berbasis hukum Islam yaitu Alquran dan Hadist. Sesuatu yang diatur dalam syariat, sebagaimana perencanaan keuangan adalah bertujuan mendatangkan kemaslahatan, baik dalam bentuk mewujudkan maupun memelihara kemaslahatan.

Tidak ada sesuatu hal yang tidak diatur dalam kitab suci Alquran, begitu pula dengan hal perencanaan keuangan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Furqon ayat 67 :

“Dan orang-orang yang apabila dalam membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian itu”.

Bagi seorang muslim diharapkan harta dapat menjadi sebuah amal kebaikan, dengan mengikuti tuntunan Alquran dan hadist sebagai rujukan utama. Allah SWT mengasihi orang yang mencari rejeki yang halal, membelanjakan secara hemat (wajar) dan menyimpan kelebihannya untuk kepentingan di saat sulit dan di saat memerlukannya.

Salah satu hadist mengingatkan manusia untuk senantiasa merencanakan keuangan dengan baik sesuai dengan tuntunan syariat (cahflow management), dimana Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya lima perkara; umurnya untuk apa dia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya darimana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yangtelah ia ketahui.” (HR Tarmidzi).

Hadist tersebut menjelaskan bahwa perencanaan keuangan disyariatkan bukan saja bagi seorang muslim, namun manusia pada umumnya. Karena harta akan menjadi pokok perkara di akhirat dengan ditanya darimana didapat dan dibelanjakan untuk apa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam telah mengatur dalam syariat dan mewajibkan umatnya untuk melakukan perencanaan keuangan yang bertujuan untuk kemaslahatan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Wallahu a’lam.

*Penulis adalah Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah STEI TAZKIA
detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s